Minggu, 11 Maret 2012

syuting hari ke enam^^


Cerita dari negeri di atas awan. Karang seneng hari ke enam.

Hari ini dingiiiin banget. Tapi tetep aja saya nekat mandi pagi-pagi. Dan saya uda mulai bisa akrab sm fandi hehe. itu anaknya yang punya rumah tempat saya sering mandi, umurnya 4 tahun. dia mirip sama ponakan saya si lu'ay.
 Dapet kenal anak kecil lagi namanya Noel haha. Kalo semalem dapet kenal namanya Haydar :p
Jadwal kami hari ini adalah==>
  • Rencananya Aya sama Berlin mau ke Balaidesa buat ketemu sama Pak Muslih (salah satu perangkat) sehubungan dengan sosialisasiny Aya. Terus si Yusuf sama Rina mo muter ke SD, TK , MI sm RA (tapi ini sampe jam sembilan mereka  belum juga berangkat padahal jam sepuluh TK udah  bubaran loh.. -___- )
  • Dewi sama Mujib mau ke Kecamatan ngga tau tapinya mereka mo ngurusin apaan. 

Lagi-lagi saya useless.. selama 3 hari berturut-turut sumpah saya bosen. Kerjaan saya cuma nyuci piring, nyapu dan masak T^T
What should i do??? TT_______________TT

realisasi jadwal
  • Jadinya si Aya sama Mujib ke Kecamatan sekalian mampir ke Balaidesa buat ngonfirmasi  ttg sosialisasi. Si Rina sama Yusuf pergi ke SD, MI dan engga jadi ke TK sm RA. Daaaaaaann~ gara-gara Hengki (Korcam) yg ngga jelas banget jadinya si Rina sama Yusuf kudu bolak-balik Posko sama Kecamatan yang jauhnya naudzubille dan medannya parah :'( kan kasian Rina sama Yusuf kannn~
ngomong-ngomong pulsa saya udah mepett -____- disini susah sinyal, jadi kalo mo beli di kecamatan takutnya engga nyamape dan kudu bolak-balik padahal medannya aja gitu. akhirnya saya nitip Yuda sama Dicky yang kebetulan pulang ke Semarang.
(dan papih Dicky sama papih Yuda baru besok nyampenya huhu~)



Sorenya kami ngajarin les anak-anak, huaaa saya kebagian megang kelas 1 T____T
Trus malamnya, kami ngajarin lagi anak-anak yg kelas 6 sampai SMP, huaaa pparahh~..
Selesai ngajar les, saya yang kelaperan berencana bikin super bubur. Eh baru setengah jalan bikin, si Berlin pingsan. Kami ngurusin dia dulu, untung ngga berapa lama kemudian dia sadar. Abisan itu dia ngajakin pipis. karena rumah yang kami jadiin posko ngga ada kamar mandi jadinya kami harus pergi ke rumah pak Kades untuk numpang pipis. Di tengah jalan dia muntah.

Sepulang dr rumah pak kades buat pipis tadi, kami smua lgsg lelap  hummm.. jaljja cemans cemans.^_^
Masih ada 29 hari lagi. Hwaiting karsen! :D

re-United

just FYI~

ternyata my Big-Bro, Wahyu , masih inget sama saya~
sodara yang hilang jauh telah tergenggam kembali :)
banyak cerita yang telah lewat berhasil kami tebus. betapa ia telah menjadi seorang aktifis kini. dia bilang "i am agent of change" keren.

yah seneng aja dengernya, kalo diinget sama perjuangan dia buat masuk universitas. :')

hei, Big-Bro, im proud of you^^

Jumat, 09 Maret 2012

[RANDOM]

saya lupa tepatnya tanggal berapa saya membuat tulisan ini di fitur notes handphone saya. tapi saya lupa untuk menuliskan dan membaginya. sebenarnya saya punya janji pada seorang teman. dia pikir saya sempurna, tapi tidak sebelum saya membagi catatan ini. semacam aib. apa yang akan saya tuliskan ini adalah luka lama. membicarakan dan menuliskannya kembali adalah peprangan berdarah dengan masa lalu yang telah saya pilah untuk kemudian saya kunci rapat dalam lemari besi terkokoh.

tapi seperti halnya kata Esti Kinasih, pengarang Novel TeenLit Favorit saya, Luka tak akan pernah bisa disembuhkan jika kita tak menyentuh luka tersebut kembali. lebih baik tersentuh dan perih, namun akhirnya mengering, terobati dan tak lagi terasa.

tulisan ini diawali dengan semacam randomizing tentang bulan.

sepertinya malam itu, ketika saya mencurahkan luka terdalam saya pada tulisan, bulan sedang indah sempurna.

tapi ada awan di sekelilingnya yang berbentuk mirip unta, cuma mirip. see? bulan yang belum juga terhitung purnama, tapi yang terlihat di tatap mata sudah bulat sempurna. bulan ini menghianati lingkaran tanggal tempat ia biasa bersiklus.
Tapi lalu bandingkan dengan awan tersebut. awan itu membentuk apa yang bisa di visualisasikan secara maksimal oleh mata, bentuk paling sempurna untuk suatu tiruan abstrak, tapi kenapa kita tetap bilang kalau itu cuma awan yang mirip dengan bentuk unta? bukan bentuk unta dari awan?

saya tidak tahu kenapa waktu itu saya menulis ini. sementara tulisan yang diatas ini sama sekali jauh kaitannya dengan apa yang hendak saya ungkapkan.

hari itu saya sakit. diantar ke dokter oleh papi. saya sebenarnya hampir lupa rasanya, kapan terakhir kali saya diantar ke dokter oleh papi, bonceng motor.
saya duduk di boncengan belakang sembari memegang lipatan bawah jaket di kedua sisinya erat (jaket, bukan pinggang)

somehow saya jadi tau, darimana saya dapat kebiasaan mengepalkan tangan seolah memegang sesuatu dan mencari lipatan sesuatu yang bisa di genggam. inilah rasa aman dari papi.

dalam perjalanan saya ingat, seharian tadi saya bersama papi. jalan-jalan, makan soto dan kehujanan. kapan terakhir kami sedekat ini?

seolah dilempar ke usia 5 tahun, ketika kami (waktu itu anaknya papi baru saya) makan soto di sore hari lalu kehujanan juga, setelah sampai rumah kami sama-sama kena flu dan tertidur duduk di sofa ruang tamu. indah menurut saya.

sebenarnya saya tidak minum teh manis kecuali pada saat-saat tertentu. dulu saya punya kebiasaan suka meminum teh manis dari gelas besar milik seorang kakek yang bukan kakek kandung saya namun terasa lebih menyerupai kakek kandung dari pada kakek saya yang asli. partner in crime saya dalam melakukan 'kejahatan teh manis' ini adalah fery, sepupu yang sekarang beranjak dewasa meninggalkan saya yang masih galau akan perubahan usia. semua memang tak lagi sama bukan?

nah, demi papi saya habiskan teh manis tersebut dalam sekali tenggak. bukan karena saya rakus atau haus. tapi mungkin memang sudah saatnya membentuk kenangan baru dari orang baru tanpa menghapus yang terdahulu menjadi arsip kan?

sebenarnya cerita ini berawal dari perjalanan pulang setelah periksa ke dokter.oiya, saya masih mengagumi dokter cantik yang usianya sudah diatas 55tahun tersebut. Dokter Christine Widiawati, yang walau beliau punya nama muka serta darah chinese, tapi beliau adalah hajjah. yap, beliau islam. dunia kadang lucu ya? meski saya tidak tau dimana letak kelucuan yang membuat saya tergerak.


memikirkan bu christine, saya jadi teringat dengan guru pertama yang saya kenal ketika saya menempuh pendidikan dasar. namanya Bu Supinem. beliau adalah malaikat. malaikat yang memang tak sempurna. itu menurut saya.

saya masih ingat dengan cara beliau menjelaskan pelajaran yang sambil bergumam, tapi masih mampu saya tangkap, kecerdasan beliau yang kadang ditutupi oleh kantuk. mungkin sekali ini usia pantas menjadi alasan. beliau sudah uzur ketika  mengajar saya untuk pertama kalinya. 51 tahun.

saya suka sekali dengan Bu Pinem. saya merasa teristimewakan ketika di sekolah.bukan apa-apa, tapi memang saya dulu termasuk siswa yang cemerlang. rangking saya selalu pertama di setiap caturwulan. dan guru-guru lain selain bu Pinem acap tercengan ketika bahkan membaca masih tersendat-sendat pun saya sudah bisa menjawab soal test yang di tuliskan. saya bangga memang. kemampuan analisis saya menajam sejak dini.

tapi inilah sebenarnya yang hendak saya ceritakan. luka berdarah dalam kehidupan pendidikan saya. saya punya luka akademis yang tidak setiap orang bisa mengerti rasanya.

saya cukup cerdas untuk mengetahui bahwa hasil test dan angka raport saya bagus, bahwa kemampuan saya jauh diatas teman-teman sekelas saya. tapi do you know what?

saya TIDAK naik kelas di tahun pertama saya kelas 1 SD. gheezz~ hari itu pertama kalinya saya kenal dengan kata terkhianati. dunia yang menghianati saya. saya malu. itu aib yang tidak pernah bisa saya bersihkan seumur hidup. bagaimana mungkin juara kelas bisa engga naik kelas?? saya marah. saya terluka. dan saya pun menjadi arogan semenjak saat itu.

walau bagaimanapun, saya cuma bisa nyengir saat teman-teman sekelas saya yang kini sudah setingkat di atas saya menanyakan hal tersebut. sungguh, bahkan pertanyaan KENAPA? pun akhirnya menjadi tren abadi di kepala orang-orang yang mengenal saya.

kenapa? kenapa saya? dan kenapa saya harus menjawab jutaan kenapa yang sama dari mereka-mereka yang di buai oleh penasaran?

saya berusaha menutup kasus tersebut. tapi aib dan malu, serta lukanya ikut membentuk pribadi saya. perfeksionis dan arogan. mutlak.

saya lebih suka mengerjakan soal lebih cepat dari yang di tentukan supaya teman-teman tidak punya jawaban yang saya tulis di lembar milik saya. saya ngga bisa bilang "maaf aku ngga bisa kasi contekan" jadi sebisa mungkin saya menghindari dan pergi dari ruang test secepat saya bisa.

mulai tingkatan lebih tinggi, rasa sakit dan malunya berkurang. tapi tentu saja tidak hilang. saya seolah membawa tulisan arang di dahi tiap pagi saat berangkat sekolah. saya juara kelas, bahkan tahun-tahun setelah kejadian tersebut pun saya tetap juara kelas, tapi saya PERNAH engga naik kelas. wth!

setelah kelas 6 dan mendekati kelulusan, sakitnya tawar. engga hilang. engga habis. cuma tawar. masih ada tapi engga saya rasa.

lalu jawaban atas kenapa yang pernah terlontar dari banyak orang dan membekukan aroma sepanjang masa  SD saya tersebut muncul. hari itu kelulusan. saya pamit khusus pada guru-guru. dan selain tangis haru, saya diberi hadiah lain. marah.

apa kamu tau apa yang bu Pinem bilang pada saya saat itu?

"nduk, cah ayu. dulu kamu terpaksa tidak ibu naikkan ke kelas dua. bukan apa-apa, tapi membayangkan kamu yang berusia 5 tahun duduk di bangku kelas 2 SD amaaat berat. otak cemerlangmu masih murni untuk mendapat siksaan bernama sekolah"

Jderr! Shit! saya nangis.

jadi ini akhirnya? saya di kecualikan oleh angka sebuah usia. damn.
cuma angka, tapi saya jadi punya cap aib selama 6 tahun ada di sana. luka lama tersebut menemukan kembali rasanya. makin parah. dan saya inget, saat it saya menempuh perjalanan ke rumah sambil nangis.

Tuhaaan. penghianatan terbesar pertama kali ternyata baru terlihat saat ini, pikir saya waktu itu. sumpah. aib itu sama sekali ngga worth it sama yang namanya usia! saya selalu kena phsychology bulliying, apa ada yang tau itu???

semeledak apapun saya, saya selalu diam tiba-tiba saat orang atau temen yang ngeledek saya berkata, "pintar kok engga naik kelas, aku aja naik kelas terus" tuhaaaan, sakit sungguh T.T


dan lantas perfeksionis saya semakin expert dengan munculnya jawaban atas adanya semua kenapa tersebut. ada yang tau rasanya? mungkin cuma saya. biarlah cuma saya.

saya memang bukan orang kebanyakan, saya tau itu. orang-orang pikir hidup saya aman tenteram damai dari lahir kan? nope.


dalam keluarga saya, saya selalu diajari untuk tidak mengucapkan kata-kata buruk, kata-kata negatif atau kata-kata kotor. saya berusaha mematuhi. tapi adakah yang tau bahwa masa kecil saya, saya habiskan dengan mendengarkan segala macam umpatan dan kalimat buruk lain?

dari mana? tetangga? ah i don't mind kalau tetangga mas. kamu tau? dari orang tua.

ya orang tua saya punya relasi yang amat buruk dulunya. ucapan-ucapan kasar, ancaman, keinginan poligami. bahkan seriiing sekali beliau-beliau ini menyebut tentang bunuh membunuh dan bacok membacok, dengan senjata yang telah siap di tangan.

lalu apa yang saya lakukan? saya membeku di tempat saya sembunyi. ngga ada pikiran apapun yang terlintas. ngga ada pikiran "kalau hal itu terjadi hendak jadi apa saya nanti?" sama sekali engga. saya cangkang siput kosong saat itu. dan seolah berakting sebagai kerang, saya menimbun berbutir-butir pasir dalam cangkang kosong tersebut.

saya yang enerjik dan ceria, selalu meledak-ledak. tapi yang terseimpan dalam loker di kepala ini adalah kuburan suram. isi otak saya seperti isi tas saya. unorganized dan terlalu banyak hal kecil. sama seperti banyaknya sobekan-sobekan kertas berisi tulisan penting yang hanya saya yang tahu arti pentingnya. seperti itulah kepala saya. mungkin kamu akan menganggap gila jika saya cerita, eh, sudahkah?

 saya aneh, unik,  dan eksentrik.
saya makan nasi goreng dengan apel.
makan nasi sayur dengan lauk pisang.
makan nasi putih dan mentega.
makan nasi putih yang di campur nasi goreng.
serta mencicipi biji jambu air. oiya saya juga pernah memasukkan biji kacang tanah ke dalam hidung, cuma untuk menilai apakah daya hembus nafas saya kuat. dan hal tersebut berakhir pada ruang operasi. gila bukan? inilah saatnya kamu bilanghal tersebut. ngga papa. saya terima.


papi saya sebenarnya orang sederhana, tapi paling realistik. pertanyaannya yang paling realistik adalah, nanti setelah kuliah mau kerja apa? dimana? dan ini belum saya jawab hingga saat ini, anyone can help?

saya adalah perempuan naga, sedangkan papi adalah lautnya yang tenang dan sedikit berombak. itulah kenapa saya paling tidak cocok dengan papi tapi juga paling dekat dengan papi.

cerita berlanjut. sepulang dari dokter tadi saya baru sadar. saya telah mengalami banyak kehilangan dan punya banyak ketakutan akan kehilangan yang lainnya.

tapi sama sekali saya tidak pernah menanyakan, apa kehilangan papi yang papi pernah alami? apa ketekutan akan kehilangan yang papi jaga selama ini?

sepanjang perjalanan tersebut banyak sisipan obrolan ngga jelas antara papi dan saya. karena dilakukan diatas motor yang melaju maka akan sangat lumrah terjadi beberapa misscomm :p

mulai dari kebencian saya mendengar suara kodok hingga sawah paling produktif tiap tahun yang sering kami lewati, berulang-ulang dan menjadi topik favorit.

kadang saya tertawa mendengar ucapan ngga jelas papi, mengira papi sedang bercanda. tapi tiba-tiba papi bertanya "apa yang kamu tertawakan?" karena sebenarnya saya tidak mendengar dengan jelas cerita papi tadi.

atau saya yang menggebu-gebu cerita panjang lebar tapi ditanggapi 'cool' oleh papi dnegan sahutan "apa tadi?" -_____-

saya sayaaang papi, saya suka humor aneh papi, tapi saya benci ketika papi kembali ke 'gua pribadi'nya. papi saya adalah pendiam akut. kalau marah lebih menakutkan kediamannya daripada ucapan sinis.

inilah cerita random saya. perjalanan ke dokter tersebut memakan waktu tidak lebih dari sejam. tapi banyak sekali cerita yang bisa saya tuliskan darinya. saya memang orangnya begini, apapun yang terpikir selalu berkaitan dengan yang sebelumnya, bahkan kadang saya sendiri tidak menyangka.

lalu kesadaran terakhir dari perjalanan ke dokter tadi adalah sebenarnay saya tidak sakit, tapi ini yang sedang saya butuhkan. saya sehat, tapi saya kangen dengan keintiman keluarga saya. saay kangen berada di tengah keluarga setelah semua tekanan 'urusan orang dewasa' yang saya alami di perantauan. memang inilah yang sebenarnya saya butuhkan.

thats it. seharusnya mungkin lebih baik jika saya beri judul tulisan ini 'perjalanan ke dan dari dokter' toh sebenarnya memang intinya itu.


heii, chips. saya telah membayar janji saya. menceritakan luka dan aib yang sebelumnya kamu tak akan pernah menyangkanya^^

love you, best sista dunia dan insyaaalloh akhirat. amiin :)

ajaib! (lagi)

orang jauh yang tak pernah saya perhitungkan sebagai teman bicara. om Andry. seperti telepati. bahkan jujur hampir 9 tahun belakangan ini saya lupa bagaimana wajah beliau. terakhir ketemu saat saya kelas 1 SMP

saat saya hendak memeluk bumi dalam tangisan frustasi, hanya sebuah sms, mampu mengokohkan kembali segala sendi kekuatan yang mulai keropos.

sederhana saja. tapi ia datang pada saat yang tepat, pada saat saya butuhkan. Alloh Maha Romantis, kemarin novel sekarang kekuatan, kejutanMu selalu menakjubkan :)

Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tetapi ketakutan yang membuat kita sulit. karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. maka jangan katakan pada Alloh aku punya masalah, tapi katakan pada masalah aku tak pernah takut karena aku punya Alloh yang Maha Segalanya dan selalu ada untukku (MQ Malam)

kalimat sepele, sering kali terdengar dimana-mana. tapi ia datang disaaat yang paling saya butuhkan. saya merasa dikuatkan.

Ya Robb, limpahkan rejeki pada ia yang telah menyampaikan semangatMu pada diri yang lemah ini. amiin~

selamat ulang tahun

dia seorang teman. rekan seperjuangan.

kenal dari dunia maya, tapi lanjut seperti saudara~

berjuang bersama melewati SMA, ujian masuk universitas, percobaan-percobaan STAN.

sedekat apa? sedekat dua orang yang nyaman berbagi password email dan bernyanyi serta bernyanyi dalam tanda kutip di telepon selama berjam-jam.

obrolan-obrolan yang tak punya akar, saling mengetest kemampuan dan siapa yang lebih unggul dari siapa dalam hal apa.

sejak kapan ia sirna?
tidak ia tetap disana, tapi sungkan menjauhkan segalanya.


ada kehidupan nyata yang ia junjung, saya hanyalah suara dalam telepon atau huruf-huruf sms serta chatting baginya.

meski Friendster dan facebook mengaitkan tapi jika tak ada keinginan, apa yang bisa terjalin?

wahyu,, benang tipis ini semakin pudar. semoga kamu selalu sehat ya^^
kita pernah sedekat saudara, tapi saya tak menyesal jika harus seperti ini.
selalu ada prioritas, dan cinta bisa membolak-balikan posisi kepentingan.

salam buat siapapun yang sekarang menjadi belahan suka dukamu, jauh sekali rasanya terakhir kamu mau berbagi soal hati pada saya. ternyata sudah lama :)


selamat ulang tahun wahyu, sms ucapan yang tak berbalas itu semakin menegaskan. baik-baik ya disana^^
kalau jerman terasa tak ramah buatmu, garut dan bandung masih bersedia menerima dengan lapang.

syuting hari kelima^^


Cerita dari negeri di atas awan. Karangseneng H 5

Hari ini personel kita berkurang 2 karena balik kesemarang. Cuma kurang dua tapi rasanya tiap makan ato apapun kurang personelnya banyak banget.
Hari ini ngga tau kenapa uda mulai males nulis juga. :( makan malam kita Cuma mie instan. Tapi ngga papa lah.


Oiya, saya mau cerita ini aja deh. 5 hari disini kami udah mulai bisa beradaptasi dan saling melebur satu sama lain. Banyak banget kebiasaan kebiasaan yang kami tau seputar temen-temen. Yang suka ngorok keras itu Yuda. Mujib itu kalo ngomong pelaaaann banget dan lamban tapi kalo ngeledek orang puedesnya pol haha.  Yusuf ya you know lah, dia suka banget ngumpat. Trus juga dia manja, tapi dia yang paling sabar dan paling berpikir rasional diantara kita meskipun malesnya banget bangett. Disini aku punya couple si rina, haha kemana-mana beduaaaa mulu xixixi dan kita juga klop ngapain aja :D 

Sementara si Aya, kalo kata yusuf punya pekerjaan sambilan sebagai satpam haha alesannya setiap abis isya Aya selalu standby di depan pintu rumah buat telp gegara yang banyak sinyal cuman di sana.

Trus apa lagiii ya, umm.. oiya si Mujib tuh sukaaa banget bilang pasukan donat hahaha gegaranya salah satu program kami ada yg ttg pembuatan donat pisang. PJ-nya Aya sm Dicky. Dan kalo kata Yuda nih, si Dicky dapet julukan codot yg artinya cowok donat LOL :p
 
Si Berlin couplenya sama Yusuf xixixixi, kritikus paling tajem buat Yusuf ya Berlin sementara kritikus paling tajemnya Berlin ya Yusuf LOL. Apaaa aja mereka saling ngomentarin sampe yang masalah ganti baju berapa kali dlm 3 hari xixiixxi.

Tapi nih ya sebenarnya yang mirip anak kembar  banget itu ya Mujib sam Yusuf. Asli semenjak kelompok Desa Karsen dibikin mereka bedua uda leeeengkeeettt banget kek amplop sama perangko haha, Mujib aja udah mule ketularan bahasa-bahasanya Yusuf dan kesukaan Yusuf. Bahkan nih ya disinyalir Mujib yang notabene anak masjid ini mulai nakal dan suka ngeledek orang dengan tajem ini ya belajar dari Yusuf :p 


Oiya ada lagi, kalo Dicky terkenal sbg tukang kentut juga. Asli kentutnya fals, perlu banget dilatih vokal. Kalo belakangan sih mulai terkontrol tapi dulu awal-awal dia ngga liat tempat ngga liat waktu lhooo.

Keknya segini dulu deh cerita hari ke 5, kami mau tidur dulu ya.. lumayan... hari ini ngga ada tahlilan jadi bisa bobok cepet kami walo pake rapat juga :D
Saya, Dewi sama Rina tidur pake selimutnya Dicky, di kamar yang sempit bertumpuk-tumpuk kaya pindang LOL.
kerjaan pas senggang, nyetrika

dapur sekaligus laundry room kami, xixixi

ini rina, berpose di depan peta desa yangada di ruang tamu kami

ini dewi sama rina yang lagi web-cam an bedua xixixi belakang itu yang keliatan adalah kamar barang, berantakan banget kaaaann? :D

tempat wudhu sekaligus deket kandang sapi dan kambing, kalo malam jalannya kudu ati-ati soalnya ga ada lampu

ekspresi dicki di depan rumah pas mo balik kesemarang ahahha kataya ngga tega ninggalin kita-kita ouu co cweet :p


hhihihi nih cewek cewek kalo gada kerjaan ya foto-foto narsis gini :p

ini moment langka ketika yusuf mengajukan diri jadi imam sholat kekeke~

Masih ada 30 hari lagi.. cemungut karsen!

Random 2


Saat kuputuskan untuk menghela nafasku, apa dunia akan hilang keseimbangannya?

Apa lantas semua lautan bakalan menggelegak mengganti daratan dengan kemusnahan?

Apa  seluruh orang yang memijak tanah bakalan mati mendadak?

Apa smua itu tak bisa menunggu nafasku terhela sebentar saja?

*merutuki kepanikan diri sendiri. Hari ini saja , Tuhan. Ingin ku cabik cabik diriku yg tak bisa kontrol emosi. Salah sayalah jika saya mudah terpancing. Damn!


ternyata orang yang paling mengerti kita justru adalah orang yang menasbihkan dirinya di garda depan sebagai musuh kita.  dia yang sengaja mencari tau, bukan orang yang sebenarnya tau tapi mendadak pura-pura tak tau.

QUEEN HADES

kugali nerakaku sendiri ketika kuputuskan untuk berhenti mempercayai orang. am i looks like a phsycho?


saya ngga mau kecewa lagi.. mereka yang saya curahi dengan ketulusan dan rasa sayang ternyata tak melihat diri saya sebagai saya.

seharusnya dari dulu saya tau, berperang sendirian itu lebih oke dan tanpa resiko. menunggu uluran tangan terdengar sangat menyedihkan. tak akan pernah. saya bisa selesaikan sendirian, tak perlu ada jangka waktu kan? ingat, saya ini siput^^

haha postingan ini terlihat desperate banget, tapi saya hanya mencoba menyemangati diri sendiri. saat dimana saya butuh teman-teman saya atu orang yang saya pikir teman-teman saya, maka sesungguhnya saya hanya butuh diri saya sendiri. bukankah begitu? ;)

syuting hari keempat^^


Cerita dari negeri di atas awan. Karangseneng hari ke empat.

Hari ini nggak begitu padet kegiatannya. Anak-anak cowok dateng ke SD buat ngasi konfirmasi les/bimbingan belajar yang juga menjadi salah satu program kita.

Anak-anak cewek di rumah, aku sama rina bisa tidur siang haha sementara berlin sm aya, #sigh#  di datengin sm cowoknya. Dewi sama Yuda yang dari kemaren nginep di kecamatan akhirnya pulang.

Kegiatan saya sepagian adalah nyuci piring, masak dan nyiapin makan siang.
Sorenya kami janjian  mau ngeliat proses pengambilan air nira sama bapak sebelah rumah. Sementara itu sambil nungguin jam setengah empat kami lagi-lagi main poker haha. Yang pertama kalah dewi, lalu rina, lalu mujib, lalu dewi, dan terakhir berlin :D

Oh iya, sorenya kami diajakin naik ke kebun buat ngeliat cara menderas air nira. Air nira tersebut mau dipake buat bikin gula aren. Capeeeekk banget soalnya jalannya jauh. Ada foto-fotonya tuh.
Malamnya kami bisa nyicipin air nira yang tadi dibawa sama bapaknya ahaha.. saya ngga doyan, menurut saya rasanya aneh :p



ini bapaknya lagi panen air nira

ini nih air nira-nya

ini cara pengolahan air niranya menjadi gula


ini waktu kami ke hutan buat ikutan panen nira







muka konyol dicky gegara kecapean xixii

ayaaaa.. gatau kenapa suka banget fotoin aya candid xixixi





Masih ada 32 hari lagi, cemungut karsen!!!:D

Random

mereka telah menyeberang.. mengambil jalan menuju keinginan~

saya masih menggapai-gapai di tengah danau, ogah tenggelam tapi juga enggan menepi. merenung tentang luka dan ditinggalkan.

selama ini saya telah jadi orang pertama dari beberapa orang, dengan lantang mengambil posisi saat mereka datang mengadu. sedikit tak lazim, namun cara yang saya temukan sebisa mungkin harus membuat mereka lelap dalam senyum.

namun mata saya terlalu jauh menatap, yang tak saya sadari, di belakang ini saya bertanding sendiri. beberapa diri saya yang lain menopang, sama-sama sekarat namun gabungan dari berbagai tiang rapuh yang abstrak tersebut lumayan tegak.

seorang penyembuh tak perlu penyembuh saat ia menjadi pesakitan, bukankah begitu?

saya ini siput, jalan sesuka hati, merambat sesuka hati. mengatup dalam saat tersundut garam dan tongkat. namun kembali muncul tanpa butuh waktu lama. kadang mengulang sakit yang sama namun sukarela.

mungkin inilah kenapa, saya selalu merindukan yang telah tiada sementara yang masih ada ternyata tak terlihat ada. salah saya.

saya rindu diri saya.
yang dulu hanya puas bisa menulis, membaca dan berdebat dengan diri sendiri.

yang sekarang terlalu lemah, merindukan orang-orang yang sama sekali tak punya rindu buat saya. dih.